Last Snow
Last Snow
/I/
Keping bunga salju terus turun; menumpuk
Latar hitam serta Aurora,
hidangan utama yang disuguhkan jendela padaku
hangat perapian, secangkir coklat panas, juga selimut tebal, mengalihkan dingin mengendalikan sedihku;
mengelus hati dengan lembut
/II/
Matahari di bawah Cakrawala
gelap tempatku, hanya lampu-lampu temaram
menghangatkan hati,
Rinduku di Alaska sudah penuh padamu
/III/
Musim dingin terakhir
Dimana ku genggam tanganmu yang dingin itu;
Menjadi terakhir kali aku mendamba, terbitnya senyum secerah mentari itu
Menjadi terakhir kali kurasakan hangat dari ciumanmu
Langit pucat tanpa riasan berangsur-angsur menjadi laut hitam
Ku berdoa untuk hari esok: agar cintaku kembali, ke musim semi penuh kasih terkabul atau tidak;
hari terus bergerak, menjalankan takdir yang dulu berjarak
/IV/
Musim dingin di tubuhmu,
angin berdesir mengisi rongga paru
mati rasa katamu;
saat salju kian menumpuk di pelupuk matamu
Bagai kelopak bunga yang ringkih,
Jari-jari indahmu bagai ranting pohon yang berderit kedinginan; digoyang angin
Tak berdaya dirimu
Melindungi sisa hangat
Yang sudah kaujaga
Sudah pungkas....
Beristirahatlah.


Komentar
Posting Komentar