Kepada Kamu
Kepada Kamu
Diam-diam ku menaruh rasa kagumku padamu
Aku tidak sekadar membuat-buat rasa suka ini, lho. Masih apa adanya seperti dulu, bahkan aku tak tau kapan dan mengapa rasa suka ini datang. Mengetuk relung hatiku agar berdebar debar di dekatmu, mengundang senyum terbit di wajahku. Konyol.
Ini mungkin euforia singkat semata, yang mengubah lalu lintas pikiranku tertuju padamu. Ketika makan, berjalan, bahkan isi mimpiku adalah kamu.
Sudah lama sekali aku berselancar dalam rasa aneh ini. Sensasi yang sangat khas, walau pada awalnya asing.
Kenapa, ya?
Hari-hari menjadi lebih menyenangkan dan pikiranku terasa ringan.
Hal-hal kecil bisa membuatku tersenyum, terutama jika berhubungan denganmu.
Tingkah konyolmu, tawamu yang menggelegar, atau lawakanmu yang sama sekali tidak lucu, tetapi malah terdengar menggelitik.
Dalam sekejap, diriku jadi se receh ini kalau melihatmu.
Sejauh ini rasa sukaku masih kusimpan, sih.
Soalnya... Aku tidak punya keberanian.
Mungkin lain kali?
Masihkah ada lain kali?
Kupikir kita semua masih pemula dalam hal percintaan, bukan?
Katakan "iya" biar aku lega.
Aku harap ini tak masalah
Mungkin saja rasa ini akan menetap lama
Atau...
Mungkin lenyap seketika karena sering ku enyahkan
Akan tetapi, semuanya bakal sia-sia, semua bakal berakhir sama kalau tidak diutarakan.
Kalau disimpan lama-lama akan jadi usang
Kalau tak kupedulikan, nanti hilang.
Jadi, kutulis ini bagi orang yang telah membawa rasa suka ini bertandang.
Salam hangat,
Reine

Komentar
Posting Komentar