Aku dan sepi (bagian 2)
Aku dan sepi (bagian 2)
Walau matahari tersenyum riang di satu sisi, selalu ada sisi gelap dan hitam.
Hari yang baru menghantarkan daun-daun tua pada tanah
langkah-langkah lunglai mulai terperanjat menapaki hari-hari yang bosan dan dingin
Pikiranku jatuh pada rincik air di selokan depan rumah
di mana biasanya aku menghabiskan pagi hari yang kosong dari balik jendela
Menyesap secangkir teh dengan bayang bayang gusar hari ini di permukaannya
Perlahan bagian dari sepi berjatuhan ke pundakku
Memberingsut dalam logika
di mana sugesti-sugesti tersimpan tentang hari-hari yang sama monotonnya.
Jumat, 12 Juni 2020
Menuju alam mimpi.

Kerennnnn, semangat berkaryaπππ
BalasHapusMakasih. π
BalasHapus