Aku dan sepi (bagian 3)
Aku dan sepi (bagian 3)
Aku bersyukur atas hari ini. Dimana masih ada yang menemani, sekalipun itu rasa sepi dan kosong.
/I/
Pagi ini aku dan sepi berjalan beriringan.
Tidak ada sapaan, tidak ada basa-basi di antara kami.
Sebab, sampai saat ini kubiarkan saja sepi menyergap.
/II/
Derap sepatuku yang mengetuk jalan teredam saat sampai di dekat keramaian.
Cukup menulikan telinga dan diam, itu persiapanku.
Di persimpangan itu, tak ada yang kupandang selain langkahku sendiri.
Tak ada yang kurasakan, melainkan sepi dan kosong.
Akan tetapi semuanya cukup, aku tau setidaknya ada mereka yang setia padaku.
/III/
Aku dan sepi berdampingan
menuju peron, menunggu kereta datang
Bercakap-cakap dalam pikiran,
Tidak ada yang tahu
Aku dan sepi itu rahasia
Berbalut sandi-sandi istimewa
Sabtu, 13 Juni 2020
Saat hari cerah
Jangan bosan, ya. Tentang puisiku yang berputar-putar dalam kata sepi dan kosong. Di postingan selanjutnya, akan ada cerita-cerita manis. Upsss... Ini blog random.
Salam hangat,
Reine.

Komentar
Posting Komentar