Selepas subuh
Pada awal hari dimana bulu kudukku dibuat berdiri
Ketika dingin menyerbu fajar hingga ulu hati
Siapa? Siapa yang bisa mengintip air mata di balik selimutku?
Di waktu ku menggigil dan bersembunyi dalam temaram fajar, merapal doa dan menunggu mentari hinggap di jendela kamar
Aku enggan bangun
Tetapi, aku juga tidak boleh tidur
Sebab banyak doa yang ingin kukirimkan bersama mentari di setiap penggalahnya
Sebab lebih banyak air mata lagi yang ingin kutumpahkan;
Biar mentari yang menghapusnya.
Sukoharjo, 07 Juli 2020

Komentar
Posting Komentar