Puisi Desember

Selamat malam semuanya,
kembali lagi di blog Reine Aria
untuk rehat sejenak bersama puisi-puisi mungil nan lembut di sini.

Puisi ini kutulis sewaktu bulan Desember 2021, saat aku merasa kesepian di tengah-tengah sibuknya persiapan ujian


Bulan Desember yang kukagumi karena hampir setiap harinya turun hujan
petrikor,
mendung,
burung-burung kecil dan dedaunan
suasana Desember yang begitu kurindukan.  
   

Dingin Bulan Desember

By Reine



 












Desember tidak pernah menghadiahiku sweater maupun jaket

Padahal dia akan menyebarkan hawa dinginnya,

Desember tidak pernah menghadiahiku payung maupun jas hujan

Padahal nanti ia akan menuangkan ber-meter kubik air di cangkirku

Kami selalu bertemu di akhir tahun, menghabiskan waktu dengan perbincangan kecil

membilang umur yang tak lagi muda, kami bercengkrama mencoba terus bersama,

Walau terkadang ia lebih sering murung; memasang tampang jelek di pagi hari

atau bahkan sepanjang hari mukanya tertekuk

tetapi ia merencanakan agenda akhir tahun dengan baik, dan aku tidak boleh mengintipnya

memang, ia menjamin rencananya bakalan seru

Sebab ia telah meraciknya supaya tidak seperti langit pada pukul 05.00 pagi

aku kembali senyap dan hanya mengandalkan Indra untuk mengamatinya sepanjang waktu

Di akhir tahun nanti kami akan berjumpa;

Akan kubawakan secarik sajak untuknya dan ia akan datang dengan parfum khas miliknya;

Juga membawa petuah lalu kembali berpisah

Komentar

Postingan Populer