Puisi Bulan Januari
Jalan raya bak nadi yang berdetak
Kita bungkam,
Menuju suatu tempat;
Harapan berkelindan
Di tempat awan-awan menggantung
Berpikir tentang kegagalan yang menghantui
Seharusnya mudah, kau pikir kembali
Harusnya bisa, kau yakin sekali
Mengapa terus mengelabui pikiran
Menggenggam rasa bersalah
Padahal tinggal kau lempar jauh-jauh
Naif mu kembali meradang, sayang
Seperti gagal menghangatkan tubuh ketika kedinginan,
Padahal tinggal ambil selimut tuk ditangkupkan
Seolah musim panas kembali;
Di tubuhmu
Sedang sekarang pikiranmu masih mudah digoyahkan,
Hatimu dengan mudah dibelokkan
Entah sedikit atau banyak, cukup lanjutkan
Januari 2021
Pada senin malam yang dingin, selepas menyeka peluh.

Nice post!
BalasHapus